Skip to main content

Ketika Anyang-anyangan Menyapa


Pernahkah kamu merasa tertatih-tatih dan bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk melakukan buang air kecil? Saya pernah. Bahkan saya merasakannya hingga dua kali.

Tak hanya dibuat capek karena bolak-balik, saya juga dibuat meringis menahan sakit karena air seni yang keluar tak selancar biasanya. Dan yang paling saya ingat dari hal itu adalah rasa takut ketika melihat air seni yang tercampur darah :(

Lutut saya seketika lemas. Tak bisa dipungkiri saya disergap rasa takut yang teramat sangat. Bayangan kematian tiba-tiba menari-nari di pikiran. "Oh Tuhan, dosa saya masih terlampau banyak bila Engkau memanggiku saat ini" begitulah kata-kata yang keluar dari batin saya saat itu.

Di tengah rasa sakit, lemas dan takut yang tercampur menjadi satu, saya tak ingin berdiam diri. Segera saya googling untuk mencari tahu penyebab mengapa saya mengalami hal tersebut. Setelah membaca beberapa artikel, akhirnya saya tahu bahwa penyakit yang menyerang saya adalah gejala awal infeksi saluran kemih atau lebih akrab disebut anyang-anyangan.

Di dalam artikel yang saya baca, dijelaskan bahwa salah satu penyebab anyang-anyangan adalah suka menahan pipis. Ya, saat itu saya memang menahan hasrat buang air kecil karena sedang asyik ngobrol dan bersenda gurau dengan suami. Saya tak tahu ternyata tindakan saya yang telihat sepele itu berakibat cukup fatal.

Itu pengalaman pertama saya terkena anyang-anyangan. Beberapa bulan kemudian saya kembali terserang anyang-anyangan. Penyebabnya masih sama, yakni karena terlalu lama menahan rasa buang air kecil.

Bila yang pertama saya menahan pipis karena keasyikan ngobrol dengan suami, maka yang kedua ini alasannya lebih absurd lagi. Saya menahan pipis karena keasyikan nonton drama korea. Huhuhu, mungkin inilah yang dinamakan nikmat membawa sengsara :(

Untungnya di kali kedua ini saya sudah lebih berpengalaman. Rasa panik dan takut sudah tidak sebesar yang pertama dulu. Di kali kedua saya lebih santai menghadapinya.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kok bisa saya lebih santai menghadapi anyang-anyangan di kali kedua ini? Jawabannya adalah karena saya sudah tahu dan punya penawarnya. Obat untuk mengatasi anyang-anyangan sudah duduk manis bersanding dengan obat-obatan lainnya di kotak obat yang ada di dalam lemari yang terletak di ruang tengah rumah kami. Nama obatnya adalah Prive Uri-cran.

Saat menyadari saya terserang anyang-anyangan, segera saya ambil satu sachet Prive Uri-cran plus dan melarutkannya dalam segelas air kemudian meminumnya. Alhamdulillah, tak perlu menunggu waktu lama rasa sakit akibat anyang-anyangan yang saya derita berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali.


Prive Uri-cran & Anyang-anyangan

Prive Uri-cran? Apa sih itu? Kok namanya masih terdengar asing di telinga? Baiklah akan saya beritahu. Prive Uri-cran adalah suplemen makanan yang mengandung ekstrak buah cranberry, yang mana khasiat buah cranberry ini sudah sangat dikenal di dunia sebagai solusi alami mengatasi anyang-anyangan dan infeksi saluran kemih.

Khasiat buah cranberry sudah dibuktikan oleh empat uji klinis acak sempurna. Dalam uji klinis tersebut dinyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kemih. Pada bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Perancis mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kemih.

Namun berhubung di negara tercinta ini tidak terdapat buah cranberry, maka kita tentu membutuhkan produk yang bahan dasarnya berupa ekstrak cranberry. Syukurlah Combiphar mengerti keresahan kita. Ia mengeluarkan sebuah produk bernama Prive Uri-cran yang kandungan dasarnya adalah ekstrak cranberry.

Jadi dengan kata lain, Prive Uri-cran adalah sebuah produk yang berfungsi mengatasi anyang-anyangan. Tak hanya itu, mengonsumsi Uri-cran secara rutin juga mampu menghindarkan kita dari anyang-anyangan berulang.

Gimana, sudah kenal dengan Prive Uri-cran ini dong? Bila suatu saat (harapan saya semoga tidak) kamu juga terkena anyang-anyangan, boleh bangete loh menggunakan produk ini untuk mengatasi anyang-anyangan yang kamu derita :)


Alhamdulillah, sejak beberapa waktu yang lalu saya tak lagi merasakan perihnya terkena anyang-anyangan. Duh jangan sampai deh! Saya tak kuat menahan sakit dan perihnya itu loh. Cukup dua kali saja saya terkena anyang-anyangan. Saya tak mau lagi merasakan penderitaan seperti waktu itu.


Bau-Bau, 13 Juli 2017

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…

Ketika Anakku Terserang Demam

Bertahun silam, saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya sering banget terserang sakit kepala. Entah mengapa saya begitu mudah terserang penyakit yang sangat mengganggu ini.
Ketika pulang sekolah tidak mengenakan topi atau payung, sakit kepala pasti akan datang menyerang. Berjalan di bawah gerimis atau hujan, sakit kepala datang lagi. Menghirup debu sedikit saja pasti bersin-bersin yang akhirnya ditutup dengan flu dan sakit kelapa. Ya, semudah itu saya terkena sakit kepala :(