Skip to main content

Kenangan Manis di 2017

Selamat tahun baru semuanya (telat banget ucapannya Bu), semoga tahun ini segalanya lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ada banyak harapan yang saya gantungkan di tahun ini, dua diantaranya adalah punya anak lagi dan punya rumah sendiri (minimal dapat lahan untuk membangun rumah impian lah karena setahun belakangan susah banget dapat penjual tanah, huhuhu). Semoga dua mimpi besar itu bisa terkabul tahun ini, amiiin yaa Allah.


Oh iya, sesuai judulnya, lewat tulisan ini saya ingin berbagi kenangan indah yang saya rasakan selama tahun 2017 kemarin nih, kenangan manis dan tak terlupakan yang rasanya sayang bila hanya dipendam sendiri saja. Bukankah rasa bahagia itu menular? Saya ingin kebahagiaan yang saya rasakan juga bisa dirasakan oleh kamu yang membaca tulisan ini :)

Lalu hal-hal indah apa sajakah yang pernah saya alami selama setahun kemarin? Setidaknya ada 3 kejadian berikut ini yang sukses membuat saya tersenyum lebar saat menjalaninya:

Kopdar bersama sahabat-sahabat blogger di Kendari

Salah satu impian saya kala terjun di dunia perblogeran adalah bertemu muka atau kopi darat (kopdar) dengan teman-teman blogger yang selama ini hanya bersua lewat dunia maya dan WhatsApp Group (WAG-red) saja.

Alhamdulillah, bulan November kemarin mimpi itu terwujud. Saat ke Kendari untuk menghadiri wisuda si adik bungsu, saya akhirnya bertemu dengan tiga orang blogger keren asal Sultra yakni Irly, Diah & Raya. Fyi, kami berempat ditambah dua anggota lainnya yakni Mba Indri & Mba Arni tergabung dalam satu grup blogger yang bernama Be Molulo.



ketiga foto diatas milik Raya

Berhasil mewujudkan impian anak saya naik pesawat terbang

Sejak pandai berbicara, anak saya sudah sering berceloteh ingin naik pesawat terbang. Pernah suatu kali ia menangis tersedu ketika melihat foto saya naik pesawat terbang. Foto itu saya ambil ketika naik pesawat dalam rangka melakukan perjalanan dinas ke Bogor berbulan-bulan sebelumnya.

Ia menangis karena saya tidak mengajaknya ikut serta. Meski saya jelaskan bahwa ia memang tak diperbolehkan ikut, tetap saja air matanya deras mengucur mengaliri pipi. Tangisnya baru reda ketika saya janjikan suatu saat akan mengajaknya naik pesawat.

Lagi-lagi dalam rangka menghadiri wisuda si adik bungsu, impian anak saya untuk naik pesawat terbang akhirnya terwujud. Tak terlukiskan betapa senangnya hati ini  melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah pangeran kecil itu ketika kaki kecilnya melangkah dengan tegap menaiki anak tangga pesawat.



Bertemu teman-teman sekolah setelah 14 tahun berpisah di reuni akbar SMA Neg 1 Gu

Setelah bertemu sahabat blogger pada bulan November, sebulan kemudian SMA Negeri 1 Gu yang merupakan SMA tempat saya menuntut ilmu belasan tahun lalu melakukan reuni akbar.

Bahagia rasanya ketika mengetahui hal itu. Ada rasa haru ketika membayangkan akan bejumpa kawan seangkatan yang sudah lama tak bersua. 14 tahun jelas bukanlah waktu yang sebentar. Dalam rentang waktu tersebut ada banyak hal yang pasti terjadi, semua jelas tak akan sama lagi seperti 14 belas tahun sebelumnya.

Selain rasa bahagia menantikan pertemuan di reuni itu, terselip rasa penasaran di benak ini, bagaimanakah kondisi teman-teman saat kami bersua nanti? Perubahan seperti apakah yang terjadi di masing-masing  teman yang dulunya masih polos dan lugu itu? Dan semuanya terjawab pada hari H reuni tanggal 17 Desember 2017.

14 belas tahun kemudian..

bersama kakak senior 2002 & 1994 di Bungi Beach-Moko

2003 bisa!

sayangnya gak semua angkatan 2003 bisa ngumpul di reuni kemaren, hiks :(

--

Itulah 3 momen bahagia yang saya alami di tahun 2017 kemarin. Momen yang akan terus terekam dalam ingatan sebagai kenangan manis dan berkesan. Semoga di tahun ini akan semakin banyak hal-hal indah yang bisa ditorehkan sehingga kelak bisa dikenang sebagai kenangan manis di kemudian hari :)


Bau-Bau, 15 Januari 2018

Comments

  1. halo mba irma.. wiiiih asiknya euy kenangan 2017 nya ... jadi kepikiran juga buat nulis hal serupa ...hehhe..salam kenal ya mba .. saya member 1m1c 😄

    ReplyDelete
  2. Hai mba ira.. �� blognya wahyu dah dot com juga ya akhirnya..

    Semoga keinginan2nya cepet tercapai ya mba.

    ReplyDelete
  3. Wah keren, terlebih bisa reuni. Jadi kangen pengen reuni juga..hehe
    Jadi nostalgia masa-masa sekolah dulu..he
    Semoga ditahun ini bisa lebih seru kenangannya ya, Teh..

    ReplyDelete
  4. Asyik ya mbak Ira bisa kopdar bareng blogger di Kendari juga bisa berkesempatan reuni dengan teman-teman sekolah, pasti semuanya berkesan dan membuka sebuah ruang kenangan, hehe..

    Tapi yang paling berkesan tentunya bisa mewujudkan impian Wahyu untuk naik pesawat terbang ya, karena impian anak adalah impian orang tua juga kan..

    Semoga tahun ini mbak Ira akan segera hamil lagi dan dia adalah seorang gadis mungil nan cantik, supaya punya sepasang anak laki-laki dan perempuan. Diamini aja ya mbak.. Aamiin.. :)

    ReplyDelete
  5. Kumpul bareng teman, sahabat, komunitasmemang sesuatu momen yg dirindukan. Apalagi ketemu teman smp sma.

    ReplyDelete
  6. Waaah seru yaa, anakku juga minta terbang Mbak, naik pesawat. Sukses selalu ya di tahun 2018 ini, aamin

    ReplyDelete
  7. Diinget banget mba peristiwa-peristiwanya, kalau saya lebih inget kepada target sih hhhh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Merawat Rambut Rusak Dengan Emeron Complete Hair Care

Alkisah, lima belas tahun silam hiduplah seorang gadis belia yang duduk di bangku kelas 3 sebuah SMA Negeri di salah satu kecamatan di Kabupaten Buton. Tak seperti teman-temannya yang ceria, ia justru terlihat murung dan sedih. Apakah gerangan penyebab awan hitam di wajah gadis belia tersebut? Bukan, bukan karena nilainya di sekolah bermasalah, bukan pula karena patah hati lantaran ditinggal orang tercinta, tak lain karena ia sedang stres memikirkan rambutnya yang sudah berbulan-bulan rontok.
Di rumahnya, tak terhitung banyaknya helai rambut yang berceceran di lantai. Di bantal saat bangun tidur, di bawah ranjangnya, di sisir, di kamar mandi, di ruang tv, di teras. Kata kasarnya, di hampir semua sudut rumah pasti ada ceceran rambut rontok si gadis belia. Bahkan saking parahnya, di bawah kursinya di sekolah kerap terlihat beberapa helai rambut miliknya. Ia merasa ceceran rambut rontok itu bagai bayangan yang selalu mengikuti kemana ia pergi.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…