Dementor

By Irawati Hamid - March 19, 2018

pic source: pixabay.com

Beberapa jam lalu saat suasana hati sedang berbunga-bunga, tiba-tiba saya mendapat kabar buruk yang sukses menghapus warna-warni di hati dan pikiran saya menjadi awan kelabu. Apa pasal? Saya mendapat kabar yang sangat menakutkan. Saat sedang asyik bersenandung sambil melipat pakaian, sebuah pesan di whatsapp yang berasal dari adik saya masuk "Or, saya lihat ada tikus got masuk ke kamarmu". Fyi, saat ini saya sedang di Lakudo sedangkan kamar yang kemasukan tikus adalah kamar di Bau-Bau.

Pesan itu seketika membuat saya takut dan panik. Oh Tuhan, bagaimana bisa binatang kotor itu masuk ke kamar saya? Tikus yang ukurannya kecil saja sudah membuat saya panik dan stres apatah lagi yang ukurannya sebesar kucing ABG itu, huhuhu :(

Segera saya telepon adik saya untuk memastikan kabar buruk itu dan dengan suara lemah adik saya membenarkan kabar itu. Ia bahkan menambahkan kalimat ini "saya aja takut banget loh melihat wujud tikusnya, soalnya besar banget". Saluran telepon saya putus dengan perasaan kalut. Kalau adik saya sudah merasa takut, berarti tikusnya memang benar-benar besar. 

Sejak mendengar kabar itu beberapa jam lalu, rasa takut dan panik terus saja menghiasi pikiran saya. Beragam cara saya lakukan agar hati ini bisa tenang sehingga bisa menemukan solusi melenyapkan tikus itu, seperti ngobrol santai dengan suami sambil menikmati semangkuk indomie rebus campur telor tapi rasa takut itu tetap saja betah dan tak mau beranjak. 

Hati saya baru mulai merasa sedikit tenang saat mata ini tak bisa lagi diajak kompromi. Saya baru sadar, rupanya ngantuk bisa menjadi penawar rasa takut dan gelisah. Namun baru saja perasaan ini mulai tenang dan hendak bersiap-siap tidur, tiba-tiba saya dikejutkan lagi oleh kehadiran seekor tokek yang ukurannya jauh di atas rata-rata.


Saat hendak mengoleskan krim malam pada wajah (walau kalut, wajah tetap harus dirawat dong yaa), tokek itu memandang saya lekat-lekat dan tatapannya sukses memancing rasa takut yang sebelumnya mulai berkurang. Hilang sudah rasa kantuk yang sebelumnya saya rasakan berganti dengan rasa khawatir. Dan karena itulah hingga saat ini saya belum lagi merasa ngantuk. Begadang lagi nih, semoga besok pagi gak telat bangun, amiiin.

Huhuhu, kenapa sih tokek itu harus memunculkan dirinya saat saya hendak bersiap-siap tidur? Mengapa ia tak muncul saja di saat saya sudah terlelap agar ia tak mengganggu jadwal tidur saya? Tidak kah ia tahu saya butuh istirahat yang cukup supaya bisa tampil fit dalam beraktivitas keesokan harinya?

Sepertinya dua binatang tak lucu itu memang bersekongkol untuk menghisap kebahagiaan saya malam ini. Mereka sukses menabur teror yang memancing rasa cemas dan takut di hati dan pikiran saya.

Lakudo, 19 Maret 2018

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Kerjasama kali ya mbak, 2 ekor tersebut. Hiks, aku kira berita apaan, ternyata tikus. Kalau di rumahku sudah dieksekusi mati sama bapak, JEDARR... Auto mati tikus nya. Emag selain geli juga menyebarkan bau busuk yang setara dengan ujaran kebencian. Kena pasal berapa tikus tu ? Hahahahah, maaf nge curcol, salam dari #DuniaFaisol

    ReplyDelete