Skip to main content

Bali, Tempat Liburan Impian

pic source: pixabay.com

Minggu lalu atasan saya baru pulang dari Bali. Tiga hari lamanya beliau ada di Bali dalam rangka menghadiri meeting tahunan bersama kepala cabang kantor lain dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah, saat pulang beliau tak lupa membawakan oleh-oleh khas Bali untuk kami semua, hihihi.

Kepergian atasan saya ke Bali tersebut mau tak mau membangkitkan keinginan saya yang sudah lama terpendam untuk liburan ke Bali kembali meluap-luap. Memang sudah sejak lama saya memimpikan menginjakkan kaki di pulau Dewata ini. Bila dihitung-hitung, mimpi itu sudah ada sejak tahun 2007 lalu namun sayangnya hingga tahun 2018 ini belum terwujud juga, hiks :(

Sebenarnya, impian ke Bali itu nyaris terwujud pada tahun 2007 dan 2012 lalu namun karena sesuatu hal rencana tersebut akhirnya batal. Dua kegagalan tersebut tak membuat saya patah semangat dan kapok bermimpi ke Bali, kegagalan itu justru membuat saya berpikiran bijak "mungkin memang saya tak diizinkan untuk pergi sendiri, Tuhan mungkin baru mengizinkan saya ke pulau eksotif itu bersama suami".

Beberapa hari lalu saya dan suami sempat berbincang tentang tempat-tempat indah nan mempesona yang bisa kami jadikan destinasi wisata saat libur berdua dan kami sepakat menjadikan Bali sebagai tempat liburan impian. Dari perbincangan tersebut saya juga baru tahu ternyata bukan hanya saya yang menyimpan mimpi berlibur ke pulau seribu pura itu, suami pun punya mimpi yang sama. Diam-diam, ternyata ia juga sudah sejak lama ingin ke sana.

Ahahay, pas banget nih. Sepertinya mulai sekarang kami harus mulai mencocokkan jadwal untuk mendapatkan waktu yang pas guna mewujudkan mimpi itu juga mulai menganggarkan dananya terutama dana untuk biaya tiket pesawat dan hotel. Apalagi kalau kami ingin menggunakan tiket pesawat garuda Indonesia, tentulah dananya harus dipersiapkan matang-matang, hehehe

Dari diskusi yang kami lakukan, tempat yang kami pilih untuk menikmati liburan adalah di daerah Kuta Bali. Ini beberapa tempat wisata di Kuta Bali yang rencananya ingin kami kunjungi:

1. Pantai Kuta
Mengunjungi pulau dewata tak afdol rasanya bila tak mengunjungi pantai kuta. Pantai ini terkenal memiliki pasir putih yang indah. Selain itu, pada sore hari kita dapat menunggu pemandangan matahari tenggelam dari pantai kuta yang juga tak kalah indah. Ahhh, romantis banget rasanya menyaksikan sunset sembari berbaring di bahu suami tercinta.

2. Beachwalk Kuta Bali
Bagi anak muda (kami masih bisa disebut anak muda dong yaaa, hihihi) yang hobi nongkrong, mengunjungi Beachwalk Kuta Bali yang didesain khusus untuk bersantai ini cocok dijadikan pilihan. Menikmati hiburan di tempat ini juga asyik bila dilakukan bersama pasangan tercinta. Selain tempatnya yang nyaman, di sini pengunjung juga dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Mall yang menyatu dengan bangunannya.

Tempat ini memiliki tatanan yang rapi dengan unsur modern di dalamnya. Di dalam Beachwalk Kuta Bali juga terdapat banyak sekali pilihan restoran yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati santapan makanan yang pastinya lezat. Beachwalk Kuta Bali terletak di jalan Pantai Kuta Bali

3. Pantai Legian Kuta
Selain pantai kuta Bali yang indah, ada tempat lain yang juga bisa dipilih untuk dapat menikmati keindahan pantai dengan suasana yang berbeda. Pantai yang tenang, yang terasa nyaman untuk orang-orang yang lebih menyukai ketenangan yaitu Pantai Legian.

Tempat ini memiliki tatanan yang rapi dengan unsur modern di dalamnya. Pantai ini memiliki pemandangan yang tidak kalah indah, namun pengunjungnya tidak seramai di pantai kuta Bali. Lokasinya yang berdekatan dengan pantai Kuta, membuatnya terlihat mirip dengan Pantai Kuta. Pantai ini pasti cocok banget untuk kami berdua. 

4. Kuta Theater
Bagi kami yang jarang nonton berdua, sepertinya menonton pertunjukan di Kuta Theater ini bisa menambah keintiman kami berdua.

5. Dream Museum Zone Bali
Tempat ini kami pilih sebagai sarana seru-seruan. Kapan lagi bisa berfoto di depan lukisan yang tampak hidup? Tentu kami tak mau melewatkannya, hehehe

pic source: via clarahalimy

  **

Rasanya masih banyak objek wisata di Kuta Bali yang bisa dieksplor yang belum saya sebutkan di atas, tapi pada kunjungan pertama kami ke Bali cukuplah di 5 tempat di atas saja, nantilah pada kunjungan kedua baru menjelajah ke tempat-tempat lainnya, Insyaallah.

Setelah merencanakan tempat wisata yang kami kunjungi, kini saatnya mencari tahu harga hotel tempat kami menginap nanti sekaligus tiket pesawat menuju tempat liburan impian.

Syukurlah sekarang sudah ada aplikasi seperti Skyscanner yang bisa dijadikan partner terpercaya yang dapat membantu kita menemukan penerbangan termurah, hotel yang nyaman, serta sewa kendaraan yang akan mengantarkan kita ke tempat liburan impian.

Skyscanner adalah perusahaan pencarian perjalanan terkemuka di dunia yang menyediakan layanan gratis untuk mencari tiket pesawat, hotel dan sewa mobil yang bisa diakses dalam satu aplikasi. Dengan menggunakan aplikasi ini kita tak perlu mengeluarkan banyak waktu dan tenaga untuk membuka website hotel dan jasa penerbangan karena kita akan diberikan informasi tiket dan penginapan dengan harga terbaik dan memuaskan.


Akhirnya tulisan tentang tempat liburan impian kami saya cukupkan sampai di sini. Doakan semoga kami bisa mewujudkannya dalam waktu dekat yaa, amiiin.

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.


BauBau, 05 April 2018

Comments

  1. Mba..semoga impiannya ke Bali segera terwujud yaaa...sekalian 2nd Honeymoon mba..

    ReplyDelete
  2. RAwati.com? Loh, mba nya ganti nama domain ya? Tbh aku udah sebulan baru bw balik ^^ hehhee.. Amin. Semoga bisa ke bali ya mba, aku ga pernah bosan ke bali

    ReplyDelete
  3. Aamiin... semoga segera terwujud

    ReplyDelete
  4. Bali, sampai sekarang masih jadi impianku juga buat kembali. Emang suasana disana bikin kangen sih ya, Mbak ^O♡(◡‿◡✿)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…

Ketika Anakku Terserang Demam

Bertahun silam, saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya sering banget terserang sakit kepala. Entah mengapa saya begitu mudah terserang penyakit yang sangat mengganggu ini.
Ketika pulang sekolah tidak mengenakan topi atau payung, sakit kepala pasti akan datang menyerang. Berjalan di bawah gerimis atau hujan, sakit kepala datang lagi. Menghirup debu sedikit saja pasti bersin-bersin yang akhirnya ditutup dengan flu dan sakit kelapa. Ya, semudah itu saya terkena sakit kepala :(