Skip to main content

Liburan Sambil Nostalgia

Hari Senin kemarin, sebelum ke kantor, terlebih dahulu saya mengantar anak saya, Wahyu, ke sekolah. Saat tiba di sekolah, saya kaget banget melihat pintu pagar sekolahnya tertutup. Setelah bertanya pada beberapa orang yang lewat, barulah saya tahu ternyata hari itu siswa kelas satu sampai kelas lima Madrasah Ibtidaiyah diliburkan karena anak kelas enam sedang menjalani ujian. Duh, maafkan mamamu yang bahkan tak tahu hal seperti ini, Nak. :(

Dengan wajah tersipu saya tertunduk malu. Saya baru sadar, dan ahaaa saya juga baru ingat kalau ternyata pada bulan April seperti ini siswa-siswi sekolah memang sedang sibuk-sibuknya mengikuti ujian nasional. Yang sekolah dasar bersiap mengikuti ujian agar bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP, yang SMP ke SMA, pun yang SMA ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu Perguruan Tinggi.

Mendengar kata ujian, tiba-tiba ingatan saya melayang pada masa-masa kuliah beberapa tahun lalu dan entah kenapa kenangan indah bersama teman-teman saat ngekost dulu mulai menari-nari di pikiran. Saya pun mulai berandai-andai, rasanya pasti bahagia banget bila saat liburan kenaikan kelas nanti saya, suami dan Wahyu bisa liburan bareng ke Makassar, kota tempat saya menuntut ilmu selama empat tahun lamanya.

pic source: .wikimedia.org

Rasanya pasti menyenangkan bisa liburan bareng keluarga kecil saya sekaligus mengenang masa-masa kuliah yang penuh perjuangan itu. Apalagi dulu, sebagai mahasiswi kere saya termasuk orang yang jarang piknik sehingga tidak banyak tempat-tempat wisata yang ada di kota Makassar yang berhasil saya kunjungi.

Saya ingin, saat berlibur ke kota Makassar nanti, saya bisa mengunjungi tempat wisata yang semasa kuliah dulu tidak berhasil saya kunjungi. Saya juga ingin menunjukkan kepada suami dan anak beberapa tempat berkesan bagi saya waktu itu. Ahhh, membayangkannya saja hati ini sudah bahagia :)

Tak ingin menyimpannya sendirian, saya pun memberitahukan keinginan saya ini pada suami. Alhamdulillah, responnya sangat positif. Ternyata, setelah mengunjungi Makassar tiga tahun lalu, ia juga punya rencana ingin kembali ke sana. "Pada saat itu, rasanya saya belum puas menjelajahi kota Makassar", katanya. Ahaaa, senangnya saat mengetahui hal ini. Berarti tinggal menunggu saat liburan kenaikan kelas nanti nih, setelah itu kita let's go, hehehe ;)

Kebahagiaan saya semakin bertambah karena hal penting seperti tiket pesawat dan hotel tempat kami menginap di Makassar nanti suamilah yang mengurus semuanya. Kata suami, ia sudah menemukan tempat yang tepat untuk memesan tiket pesawat murah. Saat saya tanya ia akan memesan tiket di mana ia menjawab akan memesannya di JD.id

Saya sempat mengernyitkan alis saat mendengar ucapannya. Melihat saya heran, ia pun melanjutkan "pasti kamu mikirnya JD.id itu hanya untuk belanja baju, bedak, sepatu dan tas aja kan? Di sana itu ada yang namanya JD Flight dan JD Hotel. jadi kita juga bisa booking tiket pesawat dan hotel". Penjelasan suami membuat saya sadar bahwa ternyata selama ini saya itu kudet (kurang update) banget, jadi malu deh, hahaha :D


Kata suami, gampang banget memesan tiket pesawat di JD Flight. Kemana pun tujuan liburan kita, sangat mudah pesan tiket pesawat di sana asalkan kita sudah punya akun JD.id. Jadi saat memesan tiket pastikan udah punya akun yaa, registrasinya juga gak ribet dan cepat. Kita akan dapatkan kode aktivasi lewat sms, setelah akunnya aktif, langsung bisa pesan tiket pesawat sekaligus hotel.

Tak hanya itu, kita juga diberi kebebasan memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan kita, bahkan yang paling menarik nih, pembayarannya bisa dicicil hingga 24 bulan loh. Duh, menggoda banget yaa, jadi gak sabar nih mau buru-buru liburan, hehehe



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

Comments

  1. Waa..wahyu dan keluarga mau liburan yaa... Happy holiday mba...

    Aku blm punya rencana mau kemana liburan sekolah ntar..

    ReplyDelete
  2. wooo... ternyata kuliahnya di Makassar ya mba Ira

    ReplyDelete
  3. Asyiikkk, mau liburan smbil nostalgia bareng wahyu pula. Pasti seru dah. btw harga tiket pesawatnya cihuy nih jd.id. jadi pengen liburan sambil nostalgi an jg nih. Tks infonya ya mbk iraaaaaa

    ReplyDelete
  4. Selama ini saya tahunya JD juga cuma buat belanja barang aja, ternyata sudah semakin lengkap ada tiket dan hotel juga sekarang!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…

Ketika Anakku Terserang Demam

Bertahun silam, saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya sering banget terserang sakit kepala. Entah mengapa saya begitu mudah terserang penyakit yang sangat mengganggu ini.
Ketika pulang sekolah tidak mengenakan topi atau payung, sakit kepala pasti akan datang menyerang. Berjalan di bawah gerimis atau hujan, sakit kepala datang lagi. Menghirup debu sedikit saja pasti bersin-bersin yang akhirnya ditutup dengan flu dan sakit kelapa. Ya, semudah itu saya terkena sakit kepala :(