Skip to main content

Jika Berkunjung Ke Tasikmalaya, Saya Ingin Mencoba 5 Kuliner Khas Ini

pic source: NasionalTempo.co

Beberapa waktu lalu, beberapa kali saya menuliskan keinginan saya untuk piknik ke beberapa kota yang terkenal dengan wisata alam dan budayanya seperti Bali, Jogja dan Makassar. Saya lupa, ternyata selain kota-kota yang saya tuliskan itu masih ada kota lain yang tak kalah layak untuk dikunjungi dan dinikmati pesona alam juga kulinernya, salah satunya adalah Tasikmalaya.

Tasikmalaya adalah sebuah kota di Jawa Barat yang terkenal dengan sebutan kota seribu pesantren. Kota asal pebulutangkis Susi Susanti ini tak hanya terkenal karena santrinya, tapi juga kulinernya yang memanjakan lidah.

Untuk menuju Tasikmalaya, kita bisa menggunakan sarana transportasi bus, misalnya saja bus Primajasa. Fyi, fasilitas yang diberikan bus Primajasa ini cukup lengkap lho, mereka menyediakan tiga pilihan kelas yang bisa dipilih oleh calon penumpang mulai dari kelas ekonomi, ekonomi AC, dan juga kelas eksekutif. Dan yang menyenangkan, tiket bus Primajasa ini sekarang bisa dibeli online di aplikasi Traveloka.

Menurut saya, berkunjung ke manapun tanpa mencicipi kuliner lokal rasanya seperti ada yang kurang. Seperti halnya berkunjung ke Tasikmalaya, wajib banget nih untuk mencicipi kuliner sunda ala Tasikmalaya yang menurut orang-orang sangat lezat itu.

Jika saya diberi kesempatan berkunjung ke Tasikmalaya, 5 makanan khas di bawah ini tak akan saya lewatkan:
#Nasi Cikur
pic source: pikiran-rakyat.com

Menurut info yang saya baca, kuliner ini cukup mudah ditemukan di berbagai warung makan di kota Tasikmalaya, salah satunya warung sederhana Kantin 43 di jalan Panyerutan. Di warung ini, pengunjung akan dimanjakan dengan cita rasa khas Tasik yang begitu kental.

Oh iya, cikur artinya kencur dalam bahasa Sunda, jadi Nasi Cikur adalah nasi yang diolah seperti membuat nasi goreng dengan ditambahi kencur muda. Aroma kencurnya sangat khas dan menggugah selera yang menghirupnya.

Nasi cikur sangat pas disajikan bersama sambal goang, irisan telur dadar, tahu goreng dan kentang goreng sambal. Kita juga bisa menambahkan berbagai macam lauk saat menikmatinya.


#Kupat Tahu Tasikmalaya

pic source: rinaldimunir.wordpress.com

Meskipun kita sering melihat penjual Kupat Tahu di daerah kita, namun kupat tahu di daerah Tasikmalaya memiliki cita rasa berbeda dibandingkan dengan kota lain. Makanan yang biasanya dijual oleh pedagang kaki lima ini bisa kita temukan hampir di seluruh wilayah Singaparna. Kupat Tahu menjadi menu sarapan favorit di kota ini, karena itu tak afdol rasanya bila sudah berada di sini namun tak mencobanya :)


#Pecel Oranye 

pic source:princessponi2.blogspot.com

Jangan mengira pecel ini sama seperti pecel di tempat lain yaa karena cita rasa dari Pecel Oranye ini begitu khas dan tidak ada di daerah lain. Oh iya, warung makan Pecel Oranye ini sudah ada semenjak tahun 1925 lalu loh. Wow usianya udah lebih 100 tahun tuh bahkan berdirinya sebelum Indonesia merdeka euy. Yang bikin salaut adalah, cita rasanya juga tetap terjaga hingga kini.

Harga untuk satu porsi pecel unik ini sangat terjangkau untuk ukuran kantong kita yaitu hanya Rp 15.000,- saja, murah meriah yaa. Untuk menemukannya, kita hanya tinggal menuju ke Jl. Empang No.27.

#Nasi TO 

pic source:ksmtour.com

Nasi TO ini adalah kependekan dari Nasi Tutug Oncom. Bila saya berkunjung ke Tasikmalaya, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba masakan khas sunda yang satu ini. Nasi TO ini terdiri dari nasi oncom dengan tambahan bumbu seperti kencur, bawang, dan rempah-rempah lainnya. Hanya dengan merogoh kantong sebesar 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menikmati masakan khas ini, wow lagi-lagi saya berdecak kagum dengan harganya yang murah meriah.

#Mie Baso Laksana 

pic source: travelingyuk.com

Makanan berikutnya yang wajib saya coba saat ke Tasikmalaya adalah Mie Baso Laksana. Warung makan ini adalah salah satu warung legendaris yang ada di Tasikmalaya. Cita rasanya yang khas membuat Mie Baso Laksana tetap menjadi primadona meski waktu terus berganti.

Selain itu saya juga tak akan lupa untuk mencoba Mie Yamin saat ke sana. Lalu berapakah harga makanan ini? Sama seperti makanan khas lain, harga dari makanan ini hanya 20 ribu rupiah saja kok. Murah kan?

Demikian 5 jenis makanan yang bakalan saya coba saat berkunjung ke Tasikmalaya. Dan bila saya diberi kesempatan kesana, saya akan memesan tiket bus Primajasa melalui aplikasi Traveloka. Kalau kamu,  daerah manakah yang ingin kamu kunjugi sekaligus ingin kamu cicipi makanan khas daerahnya, Teman?

Comments

  1. Tutug tuh apa ya? Leunca? Simoen ah tulisan ini. Ntar kapan waktu main Tasik bisa mampir ketiga tempat ini.

    ReplyDelete
  2. tutug oncom disandingkan leunca enak pisan, apalagi sama ikan asin dan sambal nu lada, mantabs

    ReplyDelete
  3. Kalau dari tempat saya ke Tasik pakainya bis Doa Ibu. Ga ada primajasa yg lewat.

    Bakso Laksana emang juara. Masjid nya bagus jadi bikin betah juga kalau mampir

    ReplyDelete
  4. Duh.. kalau misalnya deket udah kulahap semua nih. Sayangnya belummpernah ke tasik. Next time kalaunada waktu kepengen coba ke sana buat wiskul

    ReplyDelete
  5. Kupat kayaknya enak banget tuh hehe

    ReplyDelete
  6. Waaaah Bakso Laksana. Aku suka. Enak banget, ya. Walopun memang, harganya juga sedikit lebih mahal daripada bakso yang lain.

    ReplyDelete
  7. Saya juga mau nyicipin kalau ke Tasikmalaya, liat gambarnya endeus...

    ReplyDelete
  8. Wah mulai Juli nanti bakalan sering ke Tasik nih ada anak yg sekolah di sana..referensi nya bermanfaat nih :)

    ReplyDelete
  9. Tasik yang aku ingat ya mukena yang cantik dan bagus kakak

    ReplyDelete
  10. Aku belum pernah ke Tasik mba,, next mudah2an bisa explore kulinerannya

    ReplyDelete
  11. Wah saya belum pernah ke tasikmalaya, jd ada gambaran umum ttg wisata kuliner di sana :D
    Ketupat tahunya bikin pengen. Kayaknya itu mirip2 sama Tahu Tek kalau di Surabaya :D

    ReplyDelete
  12. Aku sering lewat Tasik kalau pas mudik, tapi belum pernah berhenti . Semoga satu saat bisa ke Tasik agak lama

    ReplyDelete
  13. uwiw tasik kecee.. otw kesana ahh.. rekomendasi yang bagus mba

    ReplyDelete
  14. Penasaran pengen nyobain nasi kunirnya...jadi ngebayangin aroma kencurnya duhh menggoda selera sekali.

    ReplyDelete
  15. Saya jadi pengen makan, laper.Dan belum pernah coba juga kuliner tasikmalaya. perlu dibuat list untuk piknik kuliner.

    ReplyDelete
  16. Menggoda banget ini makanan. Pengen ke tasik jadinya. Terutama bakso nya, menggoda

    ReplyDelete
  17. menari bangeett .. belum pernah ke tasikmalaya dan ini bakal jadi rekomendasi

    ReplyDelete
  18. Wah belum pernah nih ke Tasikmalaya... Liat Nasi Cikur air liur bercucuran padahal baru puasa hahaha..... Perlu dicoba kalo ke tasik...

    ReplyDelete
  19. Pengin nyobain rasa kupat tahu khas Tasikmalaya.
    Penasaran sama rasanya dan untuk bedain apakah sama rasanya dengan kupat tahu khas Magelang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Merawat Rambut Rusak Dengan Emeron Complete Hair Care

Alkisah, lima belas tahun silam hiduplah seorang gadis belia yang duduk di bangku kelas 3 sebuah SMA Negeri di salah satu kecamatan di Kabupaten Buton. Tak seperti teman-temannya yang ceria, ia justru terlihat murung dan sedih. Apakah gerangan penyebab awan hitam di wajah gadis belia tersebut? Bukan, bukan karena nilainya di sekolah bermasalah, bukan pula karena patah hati lantaran ditinggal orang tercinta, tak lain karena ia sedang stres memikirkan rambutnya yang sudah berbulan-bulan rontok.
Di rumahnya, tak terhitung banyaknya helai rambut yang berceceran di lantai. Di bantal saat bangun tidur, di bawah ranjangnya, di sisir, di kamar mandi, di ruang tv, di teras. Kata kasarnya, di hampir semua sudut rumah pasti ada ceceran rambut rontok si gadis belia. Bahkan saking parahnya, di bawah kursinya di sekolah kerap terlihat beberapa helai rambut miliknya. Ia merasa ceceran rambut rontok itu bagai bayangan yang selalu mengikuti kemana ia pergi.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…