Skip to main content

Lauk Sahur Andalan Di Penghujung Ramadhan

Hai Teman, apa kabarmu? Puasanya masih lancar jaya dong yaa? Btw udah berapa hari "bolongnya" nih? Kalo saya empat hari euy. Alhamdulillah hari ini udah mulai puasa lagi setelah empat hari sejak sabtu sampai selasa istirahat, hehehe

Oh iya, ngomong-ngomong tentang ramadhan, sedih banget deh karena sebentar lagi bulan penuh ampunan ini akan pergi meninggalkan kita semua. Harapan saya semoga tahun depan kita semua masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan istimewa ini lagi, amiiin.


Ramadhan kali ini terasa agak berbeda dengan ramadhan tahun lalu. Kok bisa? Tahun lalu saya terbilang cukup rajin masak baik untuk berbuka maupun untuk sahur (walau menunya tetap sederhana, sih). Ramadhan kali ini entah mengapa mood saya untuk masak sering datang dan pergi sesuka hati.

Apalagi udah menjelang akhir ramadhan seperti ini, mood saya untuk masak itu semakin jauh dari harapan. Kalo gak lapar mungkin saya udah malas banget masak, makanya kadang lebih sering beli makanan di luar baik untuk sahur maupun untuk berbuka puasa.


Di akhir ramadhan seperti ini biasanya orang-orang (atau hanya sayakah yang merasa seperti ini?) udah mulai malas masak yang ribet-ribet baik untuk sahur maupun berbuka. Maunya tuh masak yang praktis-praktis saja yang gak terlalu menghabiskan banyak waktu saat mengerjakannya. Salah satu  lauk yang paling gampang dikerjakan itu adalah yang akan saya tuliskan ini.

Inilah lauk untuk sahur andalan saya dan adik di penghujung ramadhan ini:

Nugget Ayam Telur So Good


Bahan yang dibutuhkan:

1 Butir telur ayam
6 buah nugget (saya pakai So Good Chicken Nugget Alphabet Original)
Minyak goreng secukupnya
Mangkuk kecil untuk mengocok telur
Wajan atau teflon untuk menggoreng
Kompor


Cara membuat:

Kocok telur di mangkok kecil
Masukkan minyak ke wajan tunggu sampai panas (api kompornya kecil aja)
Masukkan nugget ke minyak panas
Goreng selama kurang lebih 2 menit sampai berwarna kuning keemasan
Angkat dan tiriskan sebelum ditaruh di piring untuk dinikmati bersama nasi dan sayur.


Gampang banget yaa cara buatnya. Waktu yang saya gunakan untuk membuat ini gak sampe sepuluh menit loh, jadi walau bangun setengah jam menjelang imsak masih bisa santai masaknya dan makan sahuhrnya gak dikejar-kejar waktu. Praktis banget dan sangat cocok untuk saya yang gak suka ribet dan gak pandai masak, hehehe.

Adik saya juga suka banget dengan lauk andalan ini. Makanya ia rajin banget ngingetin saya agar gak lupa beli nugget setiap kali ke supermarket. Katanya ini lauk enak tapi murah harganya karena sebungkus So Good Chicken Nugget Alphabet Original ukuran 400 gr ini kami bisa gunakan hingga beberapa kali sahur dan berbuka. Aman banget lah untuk kantong kami berdua, hehehe apalagi saat ini warga BauBau dan sekitarnya sedang mengeluhkan harga ikan yang melambung tinggi.

Nugget Ayam Telur So Good ini juga sangat disukai anak dan suami saya. Saat makan malam tadi saya memberinya ini dan dia bilang suka banget. Katanya besok dia mau makan ini lagi. Begitu pun dengan suami, katanya saat sahur nanti dia mau dibuatin juga. Duh senangnya hati ini, ternyata lauk  yang kelihatannya sederhana ini disukai oleh orang-orang yang saya cintai.


Itulah lauk sahur andalan saya dan adik (sekarang tambah suami dan anak) di penghujung ramadhan ini. Bagaimana denganmu, Teman? Apakah kamu juga punya lauk andalan di saat-saat terakhir ramadhan seperti saat ini? Yuk bagi ceritamu di kolom komentar :)


Lakudo, 13 Juni 2018

Comments

  1. Praktis banget ya Kak, pasti Wahyu bakalan semangat ini puasa hari terakhir Ramadhan tahun ini di esok hari 😁😁

    ReplyDelete
  2. nugget selalu cocok buat anak-anak ya.

    ReplyDelete
  3. Aku klo masak juga yang gampang2 mba... Nggak.bisa klo masak aneh2

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Saya, Dahlia, Anyang-anyangan & Prive Uri-cran

Beberapa waktu lalu, pada pukul sebelas malam, saat saya hendak bersiap-siap merebahkan diri di pembaringan tiba-tiba ponsel saya berdering. Di layar ponsel muncul nama sahabat (sebut saja Dahlia) yang tinggal di luar kota. Segera saya angkat teleponnya. Dari suaranya yang tertahan, saya tahu ia sedang menangis dan menahan sakit.
Saya bertanya, apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menelepon selarut ini? Suaranya bergetar saat menjawab "pipis saya berdarah, Ra". Lantas ia mulai bercerita bahwa sudah setengah jam lamanya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia takut karena setiap kali buang air kecil selalu disertai dengan rasa sakit dan perih, urine yang keluar juga hanya sedikit tidak selancar biasanya. Puncak ketakutannya hingga memutuskan menelepon saya selarut itu adalah saat ia menyadari urinenya bercampur darah.

Merawat Rambut Rusak Dengan Emeron Complete Hair Care

Alkisah, lima belas tahun silam hiduplah seorang gadis belia yang duduk di bangku kelas 3 sebuah SMA Negeri di salah satu kecamatan di Kabupaten Buton. Tak seperti teman-temannya yang ceria, ia justru terlihat murung dan sedih. Apakah gerangan penyebab awan hitam di wajah gadis belia tersebut? Bukan, bukan karena nilainya di sekolah bermasalah, bukan pula karena patah hati lantaran ditinggal orang tercinta, tak lain karena ia sedang stres memikirkan rambutnya yang sudah berbulan-bulan rontok.
Di rumahnya, tak terhitung banyaknya helai rambut yang berceceran di lantai. Di bantal saat bangun tidur, di bawah ranjangnya, di sisir, di kamar mandi, di ruang tv, di teras. Kata kasarnya, di hampir semua sudut rumah pasti ada ceceran rambut rontok si gadis belia. Bahkan saking parahnya, di bawah kursinya di sekolah kerap terlihat beberapa helai rambut miliknya. Ia merasa ceceran rambut rontok itu bagai bayangan yang selalu mengikuti kemana ia pergi.

Tokek Oh Tokek

Saat mata nyaris tak bisa diajak kompromi, maka memejamkannya adalah pilihan terbaik. Namun baru saja kepala ini menyentuh bantal, sayup-sayup terdengar suara yang cukup akrab yang sering saya dengar di rumah mertua sehingga membuat mata ini kembali terjaga. Yap, suara yang saya dengar itu adalah suara TOKEK.

Saya tahu, suara tokek itu tidak berasal dari rumah ini karena bunyinya terdengar dari arah yang jauh. Sepertinya itu suara tokek dari rumah tetangga atau tokek liar yang hidup di pohon di luar sana. Tapi sesayup apapun bunyinya, suara tokek tetap saja terdengar mengganggu di telinga saya, huhuhu.


Ngomong-ngomong tentang tokek, saya jadi pengen cerita tentang tokek yang ada di rumah mertua nih. Jadi, ada banyak banget tokek di rumah mertua. Saya bilang banyak karena jumlahnya memang tidak biasa bila dibandingkan dengan jumlah tokek di rumah orang lain.

Di rumah orang lain, jumlah tokeknya mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja tapi tokek di rumah  mertua jumlahnya lebih banya…