Tentang Kesalahan Berulang

By Irawati Hamid - October 20, 2018

Huft, lama tak apdet tulisan di blog ini nih, kangen juga pengen curhat unfaedah di sini, hehehe. Hmm mau cerita apa yaa? Bingung juga nih mau curhat tentang apaan, tapi setelah saya ingat-ingat, curhat tentang kerjaan saya di kantor aja kali yaa, tapi yang mau saya curhatin ini adalah masalah yang udah berlalu dan happy ending:)


Dua bulan yang lalu, saya merasa memikul beban yang beraaat banget. Pasalnya saya melakukan beberapa kesalahan dalam waktu yang hampir bersamaan (beruntun) dan semuanya berhubungan dengan uang yang nilainya cukup banyak. Bila ditotal, nilai kesalahan saya itu hampir mencapai Rp. 20jt. Bagi karyawan biasa seperti saya tentu saja uang sebanyak itu adalah jumlah yang sangat besar, setara dengan empat bulan kali gaji saya, huhuhu membayangkannya aja saya udah stress banget.

Dua bulan lalu saya merasa tak semangat masuk kantor. Gimana mau semangat kalau baru siap-siap ke kantor aja udah dibayangi kesalahan itu. Walhasil performa saya ikutan menurun saking tiap hari diserang stres. Bukan hanya di kantor, di rumah pun masih kebawa stress mikirin nombok 20jt. Harusnya uang sebanyak itu bisa saya pakai untuk membangun fondasi rumah impian kami.

Lalu bagaimanakah ceritanya hingga saya bisa melakukan kesalahan yang cukup fatal itu?  Untuk kesalahan pertama, sebenarnya bukanlah murni kesalahan saya sih, melainkan ada campur tangan sistim juga. Saat itu, di kantor kami sedang ada pengembangan sistim, jadilah saya dan beberapa teman di cabang lain yang jabatannnya sama seperti saya kena imbasnya. Syukurlah setelah kurang lebih sebulan berjuang mengajukan perubahan data, kesalahan itu akhirnya bisa diperbaiki. Tentu  saja tanpa nombok sepeserpun :)

Di saat yang hampir bersamaan, saya kembali melakukan kesalahan. kali ini saya salah menginput tenor (lama angsuran) konsumen R4 (mobil). Nilai angsurannya cukup besar, kalo tak salah ingat nilai angsurannya itu sekitar 3,9jt. Tenor konsumen itu harusnya hanya 47X, tapi saya menginputnya 48X. Jelas konsumennya tak terima dong, di berkas yang ia tandatangani lama angsurannya 47 tapi kok dia harus membayar sebanyak 48 kali. Menyadari sudah membuat kesalahan, saya segera mengajukan perubahan data. Namun setelah hampir sebulan menunggu, tiba-tiba saya mendapat kabar dari pihak IT kantor pusat (yang mengerjakan perubahan data adalah pihak IT ini) bahwa permohonan perubahan data saya ditolak dengan alasan bila ubah data itu tetap dijalankan maka akan mengganggu laporan keuangan di akunting.


Mendengar kabar penolakan itu saya stres berat. Sudah kebayang akan nombokin 1 kali angsuran konsumen yang nilainya lumayan besar itu, huhuhu saya bakalan puasa nih. Tapi saya berusaha berpikir jernih dan mencoba mengajukan banding dengan mengemukakan alasan rasional (+ bukti-bukti pendukung) bahwa dengan dirubahnya tenor konsumen itu tidak ngaruh sedikitpun sama laporan akunting. Setelah hampir seminggu mengajukan banding, akhirnya permohonan perubahan data tenor konsumen itu dikabulkan. Yeay, selesailah masalahnya dan saya tak perlu nombok lagi, hehehe

Pada bulan itu, rasa-rasanya ujian tak pernah lelah menghampiri saya. Lagi-lagi saya melakukan kesalahan yang sama persis seperti yang pertama. Alhamdulillah, seperti kasus pertama, kasus ini juga happy ending.

Dan kesalahan terakhir (yang lagi-lagi masih tentang uang) saya lakukan alhamdulillah bisa terselesaikan tanpa perlu mengajukan perubahan data melainkan cukup melapor pada atasan dan si atasan lah yang menyelesaikan masalahnya (soalnya kesalahan yang saya lakukan ini memang sejak awal sudah diketahui dan terjadi atas restu beliau).

Lalu bagaimana rasanya terbebas dari semua kesalahan itu? Jelas bahagia dong. Setelah semuanya happy ending, hidup saya rasanya plong. Akhirnya saya bisa tersenyum lebar dan tidur nyenyak lagi tanpa dihantui bayangan akan mengeluarkan uang yang lumayan banyak atas kesalahan yang saya lakukan. Saking bahagianya, saya sampai ingin teriak sambil lompat-lompat, hehehe

Oh iya, sebelum mengakhiri curhatan unfaedah ini, mungkin ada teman di luar sana yang ingin mengetahui bagaimana cara saya menyelesaikan masalah yang datangnya beruntun, berikut tips menyelesaikan masalah ala saya:
  1. Tetap tenang
  2. Jangan lari dari masalah tapi berusahalah cari solusinya
  3. Jangan lelah mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah bila cara pertama gagal dan tak membuahkan hasil
  4. Tanamkan pikiran positif (men-sugesti diri sendiri) bahwa masalah ini pasti akan selesai
  5. Berdoa
  6. Pasrah
Dengan melakukan 6 hal di atas, alhamdulillah masalah saya happy ending alias terselesaikan dengan baik. Kalau kamu, bagaimana caramu menyelesaikan masalah yang menimpamu, Teman? Yuk bagi tipsnya di kolom komentar :)



*Note:
Pic Source: pic source: pixabay.com

  • Share:

You Might Also Like

11 komentar

  1. Ikut senang masalahnya sudah rampung mba... ndak kebayang deh nombik gede padahal manfaatnua di orang lain

    ReplyDelete
  2. Waw.. Berarti gaji per bulan 5jutaan ya mbak, heuheu.. Daku belum pernah soalnya segitu 🙈.
    Tetap #SemangatCiee jangan lupa selalu berdzikir mbak, agar lebih tenang bekerja 😃

    ReplyDelete
  3. Ihiks... ini saya banget nih. Sering pisan ngelakuin kesalahan berulang. Gak belajar2 deh. Tapi bener, kadang aku bersyukur juga. Ada aja hikmah yang didapat. Dan untuk solusi, Alhamdulillah tipsnya saya pake juga :)

    ReplyDelete
  4. pernah seperti ini nih, tp suami saya.. ditempat kerja yang lama.. gak ada solusi selain harus nombokin huhuhu.. mana waktu itu saya abis lahiran anak kedua :(

    ReplyDelete
  5. Aku termasuk orang yang tegas. Pun buat kesalahan tuh diri sendiri. Jangan ampe 2x hahaha

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah senangnya sudah terbebas dari masalah...jd sebuah pelajaran besar ya pastinya :)

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah dilancarkan ya mba, kalau saya jadi mba mungkin ga bisa tidur sama sekali. Ketenangan dalam saat genting seperti ini memang sangat diperlukan ya, juga berserah diri sama Allah swt

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ikut senang Mba semuanya berakhir happy ending. Saya juga kerja di finance, teledor satu digit angka benar-benar fatal ya, meskipun saya tidak pernah mengalami kasus namun pengalaman Mba bisa jadi pelajaran berharga juga buat saya. Terima kasih tipsnya :)

    ReplyDelete
  9. Ikut senang mba semua sudah selesai dan bisa berjalan kembali , yang penting tenang dan hadapi insya Allah pasti semua bisa di atasi ya

    ReplyDelete
  10. setiap orang pasti punya fase melakukan kesalahan..tapi setelahnya jika mau belajar, kita akan menjadi pribadi yang lebih fokus dan teliti

    ReplyDelete
  11. semangat terus mba, semoga bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. aamiin

    ReplyDelete