Cerita Random Tentang Keseharian Seorang Wanita Sederhana

pic source: pixabay.com

Bulan November lalu, saya ikutan giveaway yang diadakan oleh salah satu online shop di instagram. Melihat jumlah pemenangnya yang lumayan banyak yakni 9 orang dan hadiah buat pemenangnya yang lumayan menarik bagi saya, maka semangatlah saya mengikuti giveaway ini. 

Jujur saja, besar harapan saya untuk menang karena saya sangat menginginkan hadiahnya, makanya saya berusaha keras agar bisa menang. Saya ikuti semua prosedurnya dengan harapan bisa menjadi salah satu dari sembilan pemenang yang kelak bisa membawa pulang ransel favorit (alasan saya mengikuti giveaway ini karena pengen punya ransel secara gratis). Fyi, hadiah GA-nya adalah satu produk mereka yang dipilih peserta plus tambahan uang tunai.


Saya bagikan link postingan saya di semua grup IW (Instagram Walking) yang saya ikuti dengan harapan postingan giveaway itu dikomen dan dilike banyak orang. Hasilnya tidak mengecewakan karena postingan GA ini memang menuai banyak like dan komentar. 

Hari demi hari berlalu dan sampailah di akhir masa lomba. Pemenang akan diumumkan 48 jam atau 2 hari setelah deadline. Namun sampai waktu yang dijanjikan, pengumuman pemanangnya belum ada juga. Karena penasaran, beberapa waktu lalu saya sempat bertanya kapankah kiranya pengumuman itu dikeluarkan karena tanggal yang dijanjikan sudah lewat. Jawabannya adalah saya diminta bersabar, data sedang direkap oleh manajemen karena pesertanya banyak. 

Tapi ternyata hingga tiga minggu berlalu, pengumuman itu belum ada juga. Sepertinya peserta lombanya banyak sekali sehingga pihak manajemen mereka belum rampung juga merekap padahal sudah hampir satu bulan berlalu. 

Saya ingin bertanya kembali tapi hati ini merasa malu. Saya kemudian menyimpulkan bahwa sepertinya giveaway yang saya ikuti ini memang tidak akan ada pemenangnya. Sepertinya bukan rezeki saya mendapatkan ransel gratis. Sepertinya saya harus menyisihkan sedikit gaji bulan Desember ini untuk membeli ransel yang dimaksud. 

Lalu setelah mengalami hal kurang menyenangkan terkait giveaway di Instagram seperti ini, apakah akan membuat saya kapok ikutan lomba-lomba di masa mendatang? Jawabannya adalah TIDAK dong. Bila ada yang mengadakan giveaway dengan syarat yang mudah dan hadiahnya menarik (menurut saya), insyaallah saya pasti masih akan ikutan, hehehe 

Di luar sana, saya yakin masih banyak penyelenggara giveaway yang amanah dan tidak ingkar janji. Pengalaman saya ikut giveaway kali ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga agar hati-hati mengikuti kontes serupa di masa yang akan datang. 

Teman-teman, adakah yang pernah mengalami hal yang sama seperti yang saya alami ini? Yuk bagikan kisahnya di kolom komentar 😊


Baubau, 26 Desember 2019


pic source: pixabay.com

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa ilmu komunikasi merupakan salah satu jurusan perkuliahan dengan subjek pembelajaran paling luas dan prospek pekerjaan yang dibutuhkan oleh hampir seluruh perusahaan di berbagai bidang. Dikarenakan pandangan inilah, tak jarang banyak anak-anak lulusan SMA yang memilih jurusan komunikasi sebagai jalur yang mereka ambil di bangku perkuliahan dengan harapan mudah dalam mendapatkan pekerjaan di kemudian hari.

Namun hanya saja, luasnya prospek pekerjaan jurusan komunikasi yang tersedia sering kali membuat banyak lulusan baru kebingungan dan hilang arah mengenai bidang apa yang ingin mereka ambil ketika lulus nanti. Padahal, sebagai lulusan jurusan komunikasi, dapat dikatakan bahwa kamu memiliki begitu banyak peluang yang bisa diambil lho. Ibaratnya seperti ‘hilang satu tumbuh seribu’.

Tidak hanya prospek pekerjaan yang luas, pekerjaan-pekerjaan jurusan komunikasi inipun tergolong cukup menjanjikan untuk dijadikan sebagai langkah awal dalam menitis karir. Nah, bagi kamu yang tengah mengenyam pendidikan di jurusan ilmu komunikasi dan masih kebingungan dalam menentukan bidang yang ingin kamu geluti setelah lulus nanti, yuk kita simak beberapa pilihan pekerjaan jurusan komunikasi paling menjanjikan berikut ini. Siapa tahu bisa memberikanmu inspirasi.

Pekerjaan Jurusan Komunikasi Paling Menjanjikan 

1. Media
Tidak dapat terelakan lagi bahwa bidang media hampir seluruhnya dipenuhi oleh anak-anak dari jurusan ilmu komunikasi. Dengan bermodalkan latar belakang komunikasi yang kamu miliki, kamu bisa masuk ke dalam berbagai bidang pekerjaan yang ada di industri ini, baik itu untuk segi penyiaran, percetakan, dan masih banyak lagi, yang dapat disesuaikan dengan apa yang kamu inginkan dan impikan.

Jika kamu ingin fokus untuk masuk ke dalam industri ini, kamu bisa memulainya dari mengambil program magang dan membangun portfolio, sehingga ketika lulus nanti akan mempermudahmu untuk cepat mendapatkan pekerjaan di bidang media yang kamu inginkan.

2. Periklanan, Marketing, dan Public Relation
Selanjutnya adalah bidang periklanan, Marketing dan Public Relations. Ketika masuk ke dalam jurusan ilmu komunikasi, biasanya kamu akan diberikan pilihan mengenai peminatan apa yang ingin kamu ambil. Ketika memilih peminatan ini, kamu akan mempelajari ilmu-ilmu yang jauh lebih fokus dan mendalam lagi mengenai peminatan yang kamu pilih.

Meskipun ada beberapa universitas yang memiliki peminatan yang berbeda-beda, namun sebagian besar peminatan yang tersedia yaitu periklanan, marketing dan public relation. Ketika kamu memilih peminatan tersebut, maka peluangmu untuk masuk ke dalam bidang tersebut terbuka lebih besar.

Ketiga peminatan yang telah disebutkan diatas akan membawamu kepada jenjang karir yang menjanjikan serta membawamu untuk menjalin relasi dengan orang-orang menarik dengan wawasan yang luas.

3. Event Organizer
Yang senang bekerja lapangan dengan sistem fast pace, maka menjadi EO bisa dijadikan sebagai pilihan. Kemampuan anak-anak jurusan komunikasi yang pandai menjalin relasi, public speaking, serta mempersuasi akan sangat dibutuhkan di bidang ini. Seorang EO harus dapat melakukan berbagai hal secara gesit, mulai dari mencari sponsor, mencari vendor, klien, hingga para tamu yang hadir.

pic source: pixabay.com


Jika bidang ini yang ingin kamu geluti, kamu bisa memulainya dari aktif di organisasi kampus ataupun kepengurusan event di kampus dan membangun portfolio dari aktivitas dan pengalaman yang telah kamu miliki.

Di era digitalisasi seperti saat ini, prospek pekerjaan jurusan komunikasi semakin berkembang menjadi luas. Tidak hanya dalam bentuk konvensional, melainkan juga dalam bentuk digital. Anak-anak jurusan ilmu komunikasi tidak hanya dapat terjun ke media, periklanan ataupun EO saja, melainkan juga di bidang e-commerce hingga pariwisata lho.

Bagi kamu yang sebentar lagi lulus sebagai sarjana komunikasi, beruntunglah dirimu. Karena banyak sekali bidang-bidang yang bisa kamu pilih dengan prospek pekerjaan yang menjanjikan. Tidak hanya untuk saat ini, melainkan juga untuk masa yang akan datang.

Ingin tahu prospek pekerjaan jurusan ilmu komunikasi lainnya? Baca saja di https://www.cekaja.com/info/5-pekerjaan-paling-menjanjikan-bagi-sarjana-ilmu-komunikasi dan temukan impianmu sebenarnya.
pic source: pixabay.com

Sembilan tahun lalu, hampir seluruh kulit badan saya (kecuali wajah) terserang gatal yang sangat parah. Saking gatalnya, digaruk pakai kuku tangan tidak mempan lagi, baru mempan saat digaruk pakai sisir yang tajam atau pisau dapur. Melihat saya yang menderita, papa akhirnya mengantar saya ke Mantri. Dari hasil pemeriksaan pak Mantri, diketahui gatal-gatal yang saya derita disebabkan oleh alergi dingin.  Pak Mantri memberi saran agar saya sebisa mungkin menghindar atau tak boleh berlama-lama di ruangan yang bersuhu dingin.

Terus terang, saat itu adalah pertama kalinya saya mendengar kata alergi dingin ini. Setahu saya, alergi itu: alergi debu, alergi seafood, alergi telur dan beberapa alergi lain yang sering diderita orang-orang yang saya kenal. Ternyata ada yaa, namanya alergi dingin?

pic source: pixabay.com

Bisa dibilang saya telat kenal  aplikasi WhatsApp. Sebelumnya saya tidak kenal aplikasi chatting ini dan lebih nyaman memakai Blackberry Messanger (BBM), hingga suatu hari saya meminta suami untuk menginstallnya di handphone saya karena saat itu hendak dimasukkan di dalam grup blogger. 

Siapa yang menduga, setelah memakainya ternyata saya sangat nyaman. Saking nyamannya, BBM yang semula saya puji-puji sebagai aplikasi chatting terbaik akhirnya saya uninstall seiring dengan menurunnya popularitas BBM hingga akhirnya aplikasi ini dihilangkan.
Mungkin teman-teman sudah bosan mendengar atau membaca tentang keinginan saya (yang sampai saat ini belum kesampaian) ke Bali. Ya, baik di blog ini maupun di blog saya yang satunya, saya memang tak pernah lelah menuliskan keinginan saya pergi berlibur ke pulau dewata.

pic source: pixabay.com

Entahlah mengapakah hingga saat ini keinginan saya tersebut belum terwujud juga, apakah memang belum waktunya saya diizinkan olehNya ke sana? Lalu kapankah waktu terbaik untuk mewujudkan impian saya itu? Semoga secepatnya yaa, amiiin.
pic source: pixabay.com

Beberapa bulan lalu, saat berkunjung ke rumah mama, saya dibuat terkejut oleh tumpukan buku iqro dan alquran di atas meja di ruang tamu rumah mama. Melihat hal itu, tak tahan rasanya bila tak bertanya, untuk apakah gerangan buku iqro dan alquran sebanyak itu? Mama menjawab untuk anak-anak tetangga yang datang belajar mengaji ba'da maghrib. Adikmu yang mengajari mereka. Tambah mama sebelum saya bertanya lebih lanjut.

Lalu mama mulai bercerita bahwa awalnya adik bungsu saya tidak berniat mengajari anak-anak tetangga itu mengaji (di daerah kami, belajar membaca alquran disebut mengaji), namun karena guru ngaji mereka (yang juga tetangga rumah mama) sudah berangkat kuliah, akhirnya adik saya menawari dua orang dari anak-anak itu untuk mengaji di rumah mama.
pic source: pixabay.com

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang adik bungsu saya dan keinginannya menjadi PNS. Ya, sebelum ada pertanyaan mengapa adik bungsu termasuk saya (dan banyak anak lain juga para orang tuanya) ingin menjadi PNS, jawabannya adalah karena di daerah kami profesi PNS masih menjadi profesi favorit dan impian banyak orang mulai dari kaum muda hingga para orang tua. Alasannya beragam, mulai dari alasan filosofis seperti ingin mengabdi dan memajukan daerah tercinta sampai alasan ekonomi dan kenyamanan masa tua yaitu masih digaji negara walau sudah pensiun.

Fyi, saat tes CPNS tahun lalu, suami dan adik bungsu saya lolos CPNS dan alhamdulillah dua bulan terakhir mereka sudah mulai bekerja.

pic source: pixabay.com

Selain ibu rumah tangga dan pekerja kantoran, saya juga dikenal sebagai blogger (walau masih amatir, hehehe). Menjadi blogger, ada kalanya saya harus menyelesaikan dan mempublish artikel yang diminta sesuai deadline yang diberikan klien. Karena kesibukan di kantor, saya kadang tidak bisa menyelesaikan kerjaan tersebut pada jam kantor sedangkan bila sudah balik ke rumah, saya agak susah menyelesaikan kerjaan karena keterbatasan kouta internet. Bila mengalami hal seperti itu, maka warnet saya pilih sebagai tempat andalan untuk menyelesaikan kerjaan yang deadline itu.

Di kota Baubau, ada satu warnet yang menjadi tempat favorit saya menyelesaikan kerjaan (selain kantor dan rumah). Warnet ini adalah milik sahabat saya, namun yang membuat saya betah dan nyaman datang ke sana bukan karena si pemilik adalah teman baik saya melainkan tempat dan jaringan internetnya memang oke, namanya adalah Warnet Online.
Adakah pengalaman tak terlupakan saat naik pesawat terbang? Bila pertanyaan itu diajukan pada saya maka jawabannya jelas ada dong. Selain pengalaman pertama kali naik pesawat, pengalaman lain yang tidak akan pernah saya lupakan adalah perjalanan saya ke Jakarta pada bulan Maret tahun 2017 lalu.

pic source: pixabay.com

Saat itu saya terpilih mewakili kantor cabang kami (Baubau) untuk mengikuti rapat kerja nasional administrasi (rakernas admin) yang diselenggarakan kantor pusat. Ada lebih 100 staf administrasi dari seluruh Indonesia yang menghadiri acara tahunan ini jadi momen rakernas menjadi momen yang dinantikan oleh para admin terpilih. Kapan lagi berangkat ke kota besar (bagi yang dari kota kecil seperti saya), naik pesawat, nginap di hotel berbintang plus bisa plesiran menikmati keindahan kota yang dituju tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun? Semua pasti ingin dong yaa. Ditambah lagi bisa libur ngantor selama seminggu, tentu ini adalah kesempatan langka yang tak boleh disia-siakan, hehehe
pic source: pixabay.com

Persoalan klasik bagi penyuka buku yang tinggal di kota kecil nun jauh di Sulawesi seperti saya adalah pengen beli buku yang disukai namun di sini tidak ada toko buku yang menjual buku tersebut.

Di kota tempat tinggal saya, sebenarnya ada beberapa toko buku tapi toko buku tersebut adalah toko kecil yang mana koleksi buku yang dijual tidaklah lengkap. Toko buku yang ada di sini kebanyakan menjual buku-buku untuk anak sekolah, sedangkan untuk novel atau majalah terbaru biasanya tidak tersedia. Mungkin selama ini pembeli yang sering belanja kebanyakan anak sekolah atau guru, jadi kebutuhan merekalah yang disediakan.
Dua bulan sudah blog ini tidak diisi tulisan baru. Nampak banyak debu dan sarang laba-labanya nih blog, huhuhu *kanebo, mana kanebo. Dan sesuai judul, tulisan pertama yang akan saya publish setelah dua bulan vakum adalah menceritakan tentang skill apa yang saat ini sedang saya tekuni?

Membahas tentang skill, tidak afdol rasanya bila tidak dikaitkan dengan rupiah atau penghasilan (walau tidak semua orang memanfaatkan skill yang dia punya untuk mendapatkan uang, sih), jadi jangan heran bila nanti di dalam tulisan ini yang dibahas adalah penghasilan tambahan, karena di mata saya, keduanya memang saling terkait satu sama lain, hehehe.

pic source: pixabay.com



pic source: pixabay.com

Yeay, tak terasa yaa hari ini adalah hari pertama kita berpuasa pada bulan ramadhan 1440 Hijriah. Bahagia banget rasanya masih diberi kesempatan menjalankan ibadah di bulan suci ini. Terlebih, sama seperti ramadhan delapan tahun silam, tahun ini saya pun menjalani ramadhan dalam keadaan hamil, hanya bedanya bila delapan tahun lalu kandungan saya baru 6 bulan, ramadhan kali ini usia kandungan saya sudah 8 bulan.

Lalu apakah saya ikut menjalankan ibadah puasa seperti delapan tahun lalu? Jawabannya adalah iya. Hari ini, Alhamdulillah saya kuat berpuasa dan seperti yang lainnya, saya baru berbuka saat adzan Maghrib berkumandang. Padahal saat sahur sempat diniatkan kalo siangnya tak sanggup bertahan, saya tak akan memaksakan diri untuk berpuasa.

Pada tanggal 27 Februari 2019 kemarin, di Jakarta, salah satu brand smartphone terkemuka di dunia, Honor, secara resmi meluncurkan dua seri terbarunya yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8A. Bila pada awal bulan lalu saya sempat menuliskan Honor 10 Lite, pada kesempatan ini saya akan menuliskan tentang Honor 8A.


Ya, walau kedua smartphone ini diluncurkan secara bersamaan, namun bukan berarti mereka memiliki spesifikasi yang sama. Keduanya memiliki target pasar yang berbeda. Honor 10 Lite dirancang untuk mereka yang percaya diri dan ekspresif, sedangkan Honor 8A dirancang untuk mereka yang dinamis dan suka musik.
Ehem, saya mau curhat lagi nih. Curhatan saya kali ini adalah tentang mata merah alias sakit mata alias kopeo (bahasa Buton untuk sakit mata) yang sejak kemarin menyerang saya.

pic source: pixabay.com

Ngomong-ngomong tentang mata merah ini, rasanya sudah belasan tahun saya tak pernah dihampiri penyakit belekan ini deh. Seingat saya, terakhir kali saya menderita penyakit mata merah ini adalah saat saya duduk di bangku kuliah semester 5. Saat itu sembuh karena diberi kapsul vitamin A oleh ibu kos yang juga merangkap sebagai kader posyandu di lingkungan tempat tinggal kami. Ya, kapsul vitamin A yang biasanya diberikan untuk balita pada bulan Februari dan Agustus itu loh. Kalo tak salah ingat, saya meminum kapsul itu di sore hari dan besok paginya warna merah dan rasa perih di mata saya langsung hilang. Saya takjub banget dengan khasiat si kapsul karena sudah mampu menyembuhkan sakit mata saya yang bahkan tidak sembuh saat saya berikan obat dokter.
harga rumah di jakarta

Sudah  menjadi rahasia umum ya, bahwa harga rumah di Jakarta dan kota-kota besar lainnya makin hari makin selangit. Bagi orang yang berbisnis di properti, tentu ini merupakan peluang besar dengan keuntungan menggiurkan. Tapi bagi yang ingin membeli hunian, kondisi harga rumah di Jakarta makin tak terjangkau, membuat banyak orang memilih‘bergeser’ ke pinggiran karena di sini harganya dianggap masih terjangkau.

Tapi sebenarnya mengapa harga rumah di Jakarta mahal, bahkan cenderung selalu mengalami kenaikan? Yang jelas tentunya karena permintaan tinggi dan tidak diimbangi dengan ketersediaan hunian itu sendiri. Ditambah lagi keterbatasan lahan yang juga tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya. Kondisi ini juga melatarbelakangi Jakarta mulai dipenuhi oleh gedung-gedung apartemen sebagai alternatif hunian.
mobil mewah milik orang, LOL (pic source: pixabay.com)

Sebulan lalu, sekitar pukul 21.00 WITA, suami tiba-tiba menelepon. Seperti biasa, hati saya selalu berbunga-bunga saat melihat namanya tertera di layar ponsel #SukaDukaPelakuLDR, tapi setelah saya angkat, ternyata yang berbicara di seberang sana bukanlah suami melainkan anak saya, Wahyu.

Dengan perasaan deg-degan takut terjadi sesuatu (karena tidak biasanya ia menelepon di jam selarut itu, biasanya jam segitu ia sudah terlelap), saya bertanya mengapa ia menelepon dan belum tidur? Terdengar suaranya yang riang dan tak ada tanda-tanda ngantuk. Tujuannya menelepon adalah untuk memberitahukan bahwa papanya baru saja mengendarai mobil. Ia melaporkan bahwa papanya sudah pandai membawa mobil, hahaha sungguh laporan yang sangat berfaedah 

Hari Rabu tanggal 27 Februari 2019 kemarin di Jakarta sedang terjadi satu hal yang sangat penting. Apakah gerangan? Honor, salah satu merek smartphone yang masih "satu atap" perusahaan dengan Huawei yang kita kenal sebagai salah satu brand smartphone terkemuka di dunia, secara resmi merilis dua seri terbarunya yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8A.

Banyak yang menantikan dan sangat penasaran dengan kemunculan dua seri smartphone dari Honor ini, terutama  si Honor 10 Lite. Apa pasal? Tak lain dan tak bukan karena spesifikasi yang ditawarkan sungguh mengagumkan. Hal lain yang juga menjadi perhatian banyak orang, smartphone keren ini digadang-gadang memiliki kamera depan yang sangat menakjubkan sehingga cocok buat para pecinta swafoto alias selfie.

Judulnya lebay yaa, tapi begitulah yang saya rasakan tadi siang (bahkan sampai sekarang rasa kesalnya masih belum hilang) saat diberitahu suami bahwa tetangga yang bekerja membersihkan kintal kami (sebut saja Mr. X) meminta tambahan upah hampir 2 kali lipat dari yang saya berikan kemarin sore.

Sebenarnya saya tidak akan sekecewa ini bila sejak awal si Mr. X ini memberitahu berapa upah yang harus kami bayar atas tenaga yang dia keluarkan untuk menebang beberapa pohon jambu mete yang ada di lahan yang hendak kami bangun rumah di atasnya. Tapi yang terjadi adalah dia hanya diam saja ketika menerima upah yang saya berikan dan baru meminta tambahan upah tadi siang sembari berkata tidak akan membersihkan dahan pohonnya bila upahnya tidak dilunasi. Lah yang saya kasih kemarin itu apaaaa? Huhuhu, bikin emosi deh.
saya memanggil mereka: Trio kwek-kwek, hehehe

Bulan Oktober 2015 kucing peliharaan kami yang tinggal di rumah mama ditemukan mati. Sepertinya ia mati akibat makan racun, karena mulutnya berbusa saat jasatnya ditemukan. Saat dikabari mama perihal kepergian Dandy (nama kucing itu), saya dan adik-adik sangat sedih. Butuh waktu lama bagi kami untuk melupakan kesedihan itu. Saking sedihnya, mama ogah untuk memelihara kucing lagi. Kucing hanya membawa kesedihan ketika mereka meninggalkan kita, kata mama.

Ya, Dandy bukanlah satu-satunya kucing yang kami pelihara. Sebelumnya sudah ada beberapa ekor, tapi semuanya berakhir sama, mati setelah menorehkan banyak kenangan manis kepada kami, tuan-tuannya. Entah mengapa, kucing jantan memang tak pernah berjodoh dengan kami. Setiap menginjak usia remaja, biasanya mereka mati. Hanya Dandy yang usianya mencapai 5 tahun, sebelum-sebelumnya paling lama hanya berusia 1.5 tahun saja.
pic source: pixabay.com
Beberapa bulan lalu, anak saya punya kebiasaan yang bikin mamanya (alias saya sendiri) pusing dan cukup stress. Kebiasaan apakah gerangan? Yaitu kebiasaannya mandi di laut. Hampir tiap minggu, tak peduli apakah air sedang pasang atau surut, cuaca sedang hujan atau terik, mamanya sedang mood atau tidak, bila keinginan mandi di laut itu datang, maka saya harus siap mengantarnya saat itu juga tak peduli apakah sedang pagi, siang saat matahari sedang lucu-lucunya ataupun saat sore hari. Kalau dia sudah mau, maka saya wajib menurutinya. Keinginannya itu seperti titah yang tak boleh ditolak, ckckck :(

Beruntunglah rumah kami hanya sepelemparan batu dari pantai jadi kami hanya berjalan kaki kurang lebih 3 menit saja, keinginan si anak lanang sudah bisa terpenuhi. Tak terbayangkan rempongnya bila rumah kami jauh dari laut, pasti banyak hal yang mesti kami siapkan sebelum menuju pantai. Dan untungnya, kebiasaan itu hanya bertahan sekitar dua bulan saja. Alhamdulillah, saat ini kebiasaan itu sudah berganti dengan kebiasaan lain yaitu mandi di kolam yang kami belikan beberapa tahun lalu.

Tulisan pertama di tahun 2019 ini dibuka dengan berita kurang menyenangkan yang kami alami tadi malam. Yap, seperti judul, rumah kami kebanjiran, huhuhu :(

Jujur aja, selama beberapa tahun tinggal di kota ini dan beberapa kali pindah rumah, baru di rumah ini saya mengalami kejadian tragis (maaf pemilihan katanya terkesan lebay, tapi begitulah yang saya rasakan) yang bernama BANJIR ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya akan merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman di Jakarta yang setiap musim penghujan selalu berhadapan dengan banjir.