Mau Beli Hunian, Ini yang Harus Diketahui Soal Harga Rumah di Jakarta

by - Wednesday, March 06, 2019

harga rumah di jakarta

Sudah  menjadi rahasia umum ya, bahwa harga rumah di Jakarta dan kota-kota besar lainnya makin hari makin selangit. Bagi orang yang berbisnis di properti, tentu ini merupakan peluang besar dengan keuntungan menggiurkan. Tapi bagi yang ingin membeli hunian, kondisi harga rumah di Jakarta makin tak terjangkau, membuat banyak orang memilih‘bergeser’ ke pinggiran karena di sini harganya dianggap masih terjangkau.

Tapi sebenarnya mengapa harga rumah di Jakarta mahal, bahkan cenderung selalu mengalami kenaikan? Yang jelas tentunya karena permintaan tinggi dan tidak diimbangi dengan ketersediaan hunian itu sendiri. Ditambah lagi keterbatasan lahan yang juga tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya. Kondisi ini juga melatarbelakangi Jakarta mulai dipenuhi oleh gedung-gedung apartemen sebagai alternatif hunian.


Namun, bukan berarti peminat hunian berupa rumah tapak berkurang ya, meski banyak apartemen hadir dengan sejumlah fasilitas yang menarik, tetap saja rumah tapak punya peminatnya sendiri, terutama yang sudah berkeluarga.

Balik lagi ke harga rumah di Jakarta, keterbatasan lahan dan ketersediaan rumah tapak inilah yang kemudian membuat harga jadi tinggi, dan makin tinggi lagi karena permintaan yang juga terus bertambah atas rumah.

Ibukota memang selalu punya daya tarik yang membuat orang terus saja berdatangan, terutama karena banyaknya pilihan lapangan pekerjaan, banyak tempat-tempat strategis dan didukung oleh infrastruktur dan pilihan transportasi yang lengkap. Tak hanya para pendatang yang memadati ibukota dan membuat permintaan hunian jadi naik, masih ditambah lagi dengan para investor yang tertarik membeli hunian untuk dijadikan investasi. Ya, ini merupakan daya tarik lainnya dari Jakarta, yakni jadi tempat potensial untuk berinvestasi.

Bisa dibilang orang yang membeli rumah untuk investasi di Jakarta yakin bisa menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dan jumlah investor ini juga tidak sedikit, sehingga kenaikan harga rumah di Jakarta tidak bisa dihindari. Tak heran ya, kalau sekarang kita membandingkan kisaran harga rumah di Jakarta dengan yang di pinggiran atau luar ibukota, bedanya sangat signifikan, bahkan bisa sampai 3 kali lipat.

Pertumbuhan Harga Rumah di Jakarta

Pertumbuhan Harga Rumah di Jakarta

Berdasarkan data yang dilansir dari kompas.com, pada kuartal keempat tahun 2017, Jakarta masuk peringkat ke-82 dari 150 kota di seluruh dunia dengan kenaikan harga rumah sebesar 3,8 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Di Asia Tenggara, hanya ada tiga kota yang masuk dalam daftar ini, yakni Kuala Lumpur dan Singapura yang masing-masing menempati urutan ke-68 dan ke-111. Peringkat yang diperoleh Jakarta itu  meningkat dari sebelumnya di posisi ke-86 pada kuartal ketiga 2017 dengan kenaikan harga sebesar 3,7 persen.

Pertumbuhan harga rumah di Jakarta dan wilayah sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) pada rentang Juni 2017 hingga Juni 2018 adalah 8,25% dan ini dinilai lebih tinggi dibanding daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara kalau dilihat per kuartal, Jabodetabek mengalami kenaikan harga rumah lebih tinggi sebesar 2,25% tiap kuartal dibanding Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan secara rata-rata pada 2017, harga rumah di Jakarta adalah sebesar Rp. 21,44 juta per meter persegi.

Harga Rumah di Jakarta Cenderung Naik, Saatnya Investasi!

Harga Rumah di Jakarta Cenderung Naik, Saatnya Investasi

Berdasarkan penelitian, rata-rata kenaikan harga properti pada umumnya adalah 20% pertahun. Nah, kalau kita berinvestasi dengan membeli rumah di Jakarta saat ini, bisa dibayangkan harga dalam beberapa tahun mendatang? Ya, bisa berkali lipat! Namun kalau bicara ibukota, ada pilihan lain selain rumah tapak, yakni apartemen.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi jenis properti yang mana, sebaiknya kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan investasi rumah maupun properti. Kalau kita lebih memilih investasi rumah, kelebihannya adalah mudah dijual, bisa disewakan dengan harga tinggi, dan tingkat kenaikan harganya biasanya lebih tinggi dibanding apartemen. Terlebih, rumah bisa dengan mudah jadi jaminan untuk kredit ke bank. Sementara kekurangannya, dalam jangka waktu tertentu kita harus melakukan renovasi untuk meningkatkan nilai jual, ada biaya lain-lain yang harus dibayar seperti asuransi, iuran kebersihan dan keamanan lingkungan.

Sementara kalau investasi apartemen, kelebihannya adalah tersedianya unit yang harganya lebih murah dibanding rumah tapak. Lalu apartemen juga memiliki fasilitas lengkap yang bisa memudahkan penghuni apartemen, harga sewa apartemen juga lebih tinggi karena biasanya berada di lokasi strategis dengan berbagai fasilitas pendukung. Sedangkan kekurangannya adalah ukuran yang relatif lebih kecil dibanding rumah, adanya biaya rutin seperti perawatan yang besarannya lebih mahal ketimbang rumah, tak bisa direnovasi, dan biasanya bernilai lebih rendah dibanding rumah jika digunakan sebagai jaminan kredit.

Antisipasi Harga Rumah di Jakarta yang Tinggi

harga rumah di jakarta - investasi
pic source: pexels.com

Sekarang bagaimana kalau kita ingin mencari rumah untuk hunian di Jakarta? Mungkin sudah cenderung sulit untuk mendapatkan harga yang relatif terjangkau. Tapi seperti yang diungkapkan sebelumnya, masih ada kawasan sekitar Jakarta yang bisa dilirik. Dengan kemajuan teknologi yang serba memudahkan seperti sekarang, rasanya jarak sudah tidak lagi jadi masalah untuk kita yang bekerja di Jakarta dan punya rumah di daerah Depok maupun Bekasi.

Selain infrastruktur dan layanan transportasi umum yang sudah banyak mengalami perkembangan, kemajuan layanan transportasi online saat ini juga dinilai bisa mereduksi kendala jarak. Artinya, ke depan jika kita memiliki hunian di pinggiran ibukota yang lebih murah, jarak ke pusat aktivitas yakni Kota Jakarta sudah tidak terasa berat lagi dengan kehadiran layanan tranportasi publik yang semakin canggih seperti sekarang.

Nah, khusus bagi yang sedang mencari rumah, baik untuk investasi maupun untuk ditempati, berikut beberapa gambaran harga rumah di Jakarta:

# Di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Bisa  membeli rumah kecil dengan harga mulai dari Rp 380 juta-an bernama Onasis Town House persembahan dari PT Melia Sinar Khatulistiwa. Komplek perumahan ini memiliki unit terbatas dengan kualitas bangunan yang layak dan berkualitas, didukung daya listrik 2200 watt, spesifikasi menarik seperti lantai memakai homogeneous tiles ukuran 60 x 60 cm, closet duduk dilengkapi shower dan wastafel.

# Di kawasan Jakarta Timur, tepatnya di Cakung. Terdapat hunian dengan luas bangunan 50 m2 dan luas tanah 60 m2, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang cuci, carport, listrik 1300 watt. Lokasinya strategis dengan akses mudah ke Stasiun Cakung, Terminal Pulogebang, dan exit tol Pulogebang, juga dekat dengan AEON Mall dan Grand Cakung & Giant. Rumah di sini bisa dibeli dengan budget mulai dari Rp 500 juta.

# Di Jakarta Timur yakni Cipayung. Ada Perumahan Setu Indah dengan luas bangunan 45 m2 dan luas tanah 67 m2. Memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, carport, closet duduk, hand shower, listrik 1300 watt dengan lingkungan eksklusif dalam perumahan yang dilengkapi one gate system sehingga lebih aman. Lokasinya sendiri dekat dari exit tol Setu Cilangkap Jorr, Terminal Kampung Rambutan, dan fasilitas publik lainnya seperti RS Adyaksa, sejumlah pusat pendidikan dan pusat perbelanjaan seperti Tamini Square.

Untuk lebih lengkapnya mengenai hal ini, bisa langsung cek daftar harga rumah di Jakarta melalui website www.99.co/id ya!



 Baubau, 06 Maret 2019

You May Also Like

36 komentar

Labels

Blog Archive

Pengikut