Akhirnya Gramedia Hadir di Baubau

pic source: pixabay.com

 
Persoalan klasik bagi penyuka buku yang tinggal di kota kecil nun jauh di Sulawesi seperti saya adalah pengen beli buku yang disukai namun di sini tidak ada toko buku yang menjual buku tersebut.
 
Di kota tempat tinggal saya, sebenarnya ada beberapa toko buku tapi toko buku tersebut adalah toko kecil yang mana koleksi buku yang dijual tidaklah lengkap. Toko buku yang ada di sini kebanyakan menjual buku-buku untuk anak sekolah, sedangkan untuk novel atau majalah terbaru biasanya tidak tersedia. Mungkin selama ini pembeli yang sering belanja kebanyakan anak sekolah atau guru, jadi kebutuhan merekalah yang disediakan.

Akibatnya, setiap kali beli buku seringnya saya lakukan via online atau titip sama adik yang kuliah di Kendari untuk dibelikan di Gramedia. Kalau beli online, saya belinya di gramedia online, teman blogger yang jual buku atau bila ingin mendapatkan harga murah saya beli buku di toko buku bekas seperti Kinanti Komik. Bagi saya, tak penting buku baru atau bekas yang penting saya suka, akan saya beli. Namun mengingat ongkos kirim ke sini mahal banget (hampir 100rb/kg), maka saya tetap harus berpikir realistis jadi sesuka apapun saya pada buku, tidak bisa sering-sering beli buku secara online.
 
Makanya ketika 2 tahun lalu (saat harbolnas) Gramedia menggelar diskon 50% untuk semua buku + gratis ongkir ke seluruh Indonesia, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Segera saya pilih beberapa buku yang saya sukai, walau pada akhirnya tidak semua buku yang saya pilih dikirim oleh pihak Gramedia karena keterbatasan stok.

Sering saya menghayal, suatu saat di Baubau akan dibuka toko buku sekelas Gramedia yang koleksinya lengkap, dan saya bisa datang berkunjung sebulan sekali untuk membeli buku yang saya suka. Rasanya pasti bahagia banget.
 
 
Ingatan saya kembali pada masa-masa kuliah dulu, saat hampir setiap hari (saat pulang kampus) saya selalu datang ke Gramedia untuk membaca buku (jarak kampus saya dekat banget dengan mall Panakukkang tempat Gramedia berada). Saat itu pihak Gramedia menyediakan bangku panjang yang bisa dipakai duduk sambil membaca buku oleh para pengunjung. Saking betahnya duduk membaca, saya kadang tidak sadar hari sudah malam. Saya sering telat pulang ke kos-an karena kelamaan "nongkrong" di toko buku itu.

Setelah lulus kuliah, saya diajak adik ke Kendari. Saat suntuk dan bosan karena tak ada kerjaan, saya minta diantar ke Gramedia. Niat saya ke Gramedia adalah untuk membaca buku. Dalam benak saya, Gramedia yang ada di Kendari pasti sama dengan Gramedia yang sering saya kunjungi di Makassar yang menyediakan bangku untuk pengunjungnya yang datang, ternyata saya salah, tak ada bangku di Gramedia yang kami kunjungi itu. Pada kunjungan itu, 1 buku berhasil saya bawa pulang tapi kini entah dimana buku itu.
 
pose dengan buku karangan teman blogger, Mba Ernawaty Lilis di Gramedia Lippo Plaza Buton
 
Bertahun-tahun sudah saya tinggal dan menetap di Baubau. Harapan akan hadirnya Gramedia di kota ini pupus sudah, apalagi saat membaca berita banyak toko buku tutup karena rendahnya daya beli masyarakat dan banyaknya buku digital yang bisa dibeli via smartphone. Sedih banget deh rasanya, hiks :(
 
Namun rasa sedih itu akhirnya berganti dengan rasa bahagia saat bulan Januari lalu Gramedia hadir di Lippo Plaza Buton. Akhirnya setelah sekian lama ditunggu, toko buku itu hadir juga di Baubau. Saya jadi tidak perlu beli buku secara online dengan ongkos kirim yang mahal lagi deh :) 



Lombe, 10 Juli 2019

Comments

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca tulisan saya, jangan lupa tinggalin komennya yaa ;)

Postingan Popular

Skill yang Sedang Saya Tekuni Saat Ini?

Pengalaman Tak Terlupakan Saat Naik Pesawat Terbang