Pengalaman Tak Terlupakan Saat Naik Pesawat Terbang

by - Friday, July 12, 2019

Adakah pengalaman tak terlupakan saat naik pesawat terbang? Bila pertanyaan itu diajukan pada saya maka jawabannya jelas ada dong. Selain pengalaman pertama kali naik pesawat, pengalaman lain yang tidak akan pernah saya lupakan adalah perjalanan saya ke Jakarta pada bulan Maret tahun 2017 lalu.

pic source: pixabay.com

Saat itu saya terpilih mewakili kantor cabang kami (Baubau) untuk mengikuti rapat kerja nasional administrasi (rakernas admin) yang diselenggarakan kantor pusat. Ada lebih 100 staf administrasi dari seluruh Indonesia yang menghadiri acara tahunan ini jadi momen rakernas menjadi momen yang dinantikan oleh para admin terpilih. Kapan lagi berangkat ke kota besar (bagi yang dari kota kecil seperti saya), naik pesawat, nginap di hotel berbintang plus bisa plesiran menikmati keindahan kota yang dituju tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun? Semua pasti ingin dong yaa. Ditambah lagi bisa libur ngantor selama seminggu, tentu ini adalah kesempatan langka yang tak boleh disia-siakan, hehehe

Setelah mendapatkan tiket keberangkatan, maka berangkatlah saya menggunakan pesawat Wings Air dari bandara Betoambari, Baubau. Perjalanan ke Jakarta mengharuskan saya transit di Makassar. Perjalanan dari Baubau ke Makassar yang membutuhkan waktu 50 menit kami lalui dengan lancar tanpa hambatan.

Setelah menunggu kurang lebih 90 menit di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, penumpang pesawat Lion Air yang akan kami tumpangi ke Jakarta dipersilakan masuk ke pesawat. Semua penumpang masuk ke pesawat dan mencari tempat duduk masing-masing sesuai yang tertera di tiket.

Saat itu kursi saya ada di ujung di dekat jendela. Di samping saya duduk seorang ibu berprofesi PNS dari Makassar yang hendak berangkat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta selama 3 hari. Sedang kursi ujung di samping ibu itu kosong tak terisi.

Sembari asyik ngobrol dengan si ibu PNS, mata saya melihat ke luar jendela. Nampak beberapa pegawai Lion Air (saya tak tahu apa namanya, tapi sepertinya mereka tim mekanik yang biasanya memeriksa mesin sebelum pesawat take off) terlihat sibuk  mondar mandir di sekitar pesawat yang kami tumpangi. Melihat wajah mereka yang tegang tak tersenyum, feeling saya mulai tidak enak, hati ini mulai gelisah dan mulai menduga ada yang tidak beres dengan pesawat yang kami tumpangi ini.

30 menit berlalu sejak kami duduk di kursi pesawat. Terdengar pengumuman dari pramugari bahwa pesawat belum bisa take off karena ada sedikit masalah (si pramugari tidak menyebutkan apa masalahnya). Benar feeling saya, ada yang tidak beres. Saat itu saya berusaha menenangkan hati yang mulai gelisah, ibu PNS juga menenangkan saya (plus berusaha menenangkan dirinya sendiri yang juga panik) dengan berkata, semua pasti baik-baik saja, Nak, kita pasti akan tiba dengan selamat di Jakarta.

45 menit berlalu. Mesin pesawat mati. Seiring matinya mesin, AC juga mati, lampu di dalam kabin pun padam dan musik yang tadinya mengalun ikutan berhenti. Seketika suasana menjadi riuh. Penumpang yang tadinya tenang (walau dalam hati panik) mulai memperlihatkan kepanikannya.. Beberapa penumpang meninggalkan kursinya dan nekad ke ruang kapten. Pramugari dan Kapten berusaha menenangkan penumpang yang semakin panik. Suasana di dalam pesawat terasa panas. literaly panas karena ACnya mati sementara di dalam pesawat ada ratusan penumpang.

Suasana menjadi tak terkendali saat beberapa orang memaksa untuk keluar dari pesawat. Mereka berkata tidak jadi berangkat menggunakan pesawat ini. Mereka takut pesawatnya kenapa-napa di jalan dan nyawa mereka yang jadi taruhannya. Emosi mereka semakin terslulut saat kapten berusaha menghentikan dan membujuk mereka untuk tetap tinggal.

Dari beberapa orang yang memaksa untuk keluar, hanya satu orang yang berhasil. Jempol deh untuk bapak itu, padahal pintu pesawatnya diitutup rapat euy, tapi dia berhasil keluar, ckckck, rasa takut dan panik memang kadang berhasil membuat orang lemah menjadi kuat seperti hulk. Kami hanya menonton adegan itu tanpa berani melerai. Dalam hati saya kagum pada bapak itu karena setakut apapun saya, kayaknya gak akan mengambil langkah seberani itu deh.

Saya gemetar ketakutan tapi hanya bisa diam sambil berdoa, semoga mesin pesawatnya segera baikan dan kami bisa terbang dan tiba di Jakarta dengan selamat. Dalam kondisi itu, saya menelepon suami dan mengabarkan kondisi yang sedang saya alami, tak lupa minta didoakan agar semuanya baik-baik saja. Saya sengaja tidak menelepon mama agar beliau tidak panik.

Alhamdulillah, beberapa saat kemudian, mesin pesawat mulai menyala, suhu di dalam kabin mulai terasa sejuk, musik mulai mengalun kembali dan tak lama kemudian terdengar suara sang pramugari yang mengabarkan sebentar lagi pesawat kami akan take off. Saya bersyukur namun tetap deg-degan, khawatir pesawatnya kenapa-napa di jalan.

Sejak pesawat take off meninggalkan Makassar hingga pesawat akan landing di Cengkareng, doa tak berhenti saya rapalkan . Perjalanan selama 2 jam itu terasa lama banget. Hati baru lega ketika saya menginjakkan kaki di bandara Soetta dan bertemu teman-teman dari cabang lain yang ternyata menumpang di pesawat yang sama. Syukurlah pesawat yang kami tumpangi baik-baik saja.

Setelah tiba di Bandara, kami dijemput oleh teman-teman dari kantor pusat.dan kemudian dibawa ke hotel, tempat pelaksanaan rakernas admin.



Demikian salah satu pengalaman tak terlupakan saat naik pesawat terbang. Saya berharap tidak akan pernah mengalami kejadian serupa di masa yang akan datang. Masih deg-degan kalau ingat saat itu, euy :(


Lakudo, 12 Juli 2019






You May Also Like

30 komentar

Labels

Blog Archive

Pengikut