Alergi Dingin yang Kambuh

by - Monday, August 26, 2019

pic source: pixabay.com

Sembilan tahun lalu, hampir seluruh kulit badan saya (kecuali wajah) terserang gatal yang sangat parah. Saking gatalnya, digaruk pakai kuku tangan tidak mempan lagi, baru mempan saat digaruk pakai sisir yang tajam atau pisau dapur. Melihat saya yang menderita, papa akhirnya mengantar saya ke Mantri. Dari hasil pemeriksaan pak Mantri, diketahui gatal-gatal yang saya derita disebabkan oleh alergi dingin.  Pak Mantri memberi saran agar saya sebisa mungkin menghindar atau tak boleh berlama-lama di ruangan yang bersuhu dingin.

Terus terang, saat itu adalah pertama kalinya saya mendengar kata alergi dingin ini. Setahu saya, alergi itu: alergi debu, alergi seafood, alergi telur dan beberapa alergi lain yang sering diderita orang-orang yang saya kenal. Ternyata ada yaa, namanya alergi dingin?

Gatal-gatal yang saya derita itu baru sembuh setelah saya meminum obat yang diberikan Pak Mantri. Sejak saat itu, saya berusaha menghindari udara dingin, bila terpaksa harus berada dalam ruangan bersuhu dingin, biasanya saya pakai sweater. Saat tidur malam hari juga selalu pakai selimut tebal agar tubuh saya tidak kedinginan.

Bertahun-tahun berlalu, alergi dingin itu tidak pernah menghampiri saya lagi. Saking lamanya, saya berpikir alergi yang saya derita ini sudah sembuh, hingga beberapa saat lalu, tepatnya sekitar sepuluh hari yang lalu. Tiba-tiba di kulit saya muncul bentol-bentol (seperti digigit semut) yang sangat gatal. Semakin saya garuk, bentolnya semakin besar dan rasanya semakin gatal.

seperti inilah bila alergi datang menyerang. Biasanya di lengan dan paha paling parah :(

karena alergi dingin, bekas luka berubah jadi keloid :(

Bila sore menjelang, kulit saya mulai terasa gatal. Bintik merah mulai tumbuh tak terkendali dan saya hanya bisa meringis menahan gatal karena semakin digaruk semakin gatal. Dua jam kemudian, bintik-bintiknya hilang namun tak bertahan lama karena setelah setengah jam berlalu, gatal kembali menyerang, begitu seterusnya hingga pagi.

Saya tidak minum obat karena saat ini sedang menyusui. Yang saya lakukan biasanya hanya mengoleskan beberapa minyak yang ada di dekat saya mulai dari minyak tawon, minyak kutus-kutus yang terkenal menyembuhkan segala macam penyakit itu, minyak kayu putih sampai minyak telon anak saya tapi tak ada satupun yang mempan menghilangkan gatal itu.

Saya belum ke dokter untuk memeriksakan hal ini. Saat ini saya sedang haid dan rencananya pasca haid saya hendak melakukan bekam untuk mengelurkan darah kotor, siapa tahu salah satu penyebab gatal ini adalah darah kotor sehingga setelah darah kotornya dikeluarkan, gatalnya akan hilang? Semoga!

Oh iya, apakah teman-teman tahu apa obat gatal yang sedang saya derita ini? Atau mungkin salah satu dari teman-teman pernah mengalami apa yang saya rasakan ini? Bagi info obatnya dong, kalo bisa yang aman untuk ibu menyusui yaa ;)



Lakudo, 26 Agustus 2019

You May Also Like

21 komentar

Labels

Blog Archive

Pengikut